Rabu, 19 November 2008

mahasiswa tawuran

Hari ini kembali mahasiswa Indonesia bikin berita. Bukan berita tentang keberhasilan bidang ilmu pengetahuan yang memang menjadi kebanggan sebagai mahasiswa, tetapi berita tentang kekerasan. Belum hilang dalam ingatan kita bagaimana kekerasan yang terjadi di Kampus IPDN, yang kemudian disambung dengan kekerasan di Kampus UISU, hari ini kekerasan kembali terjadi di Kampus Universitas 45 Makasar ( http://www.liputan6.com/view/7,141289,1,0,1179130789.html).

Karena masalah sepele, mahasiswa dari dua Fakultas yang berbeda di Universitas 45 Makassar terlibat tawuran. Seorang mahasiswa dari Fakultas Teknik diganggu oleh temannya dari Fakultas Plantologi. Mungkin karena bermaksud menjaga kekompakan atau rasa solidaritas sesama teman, mahasiswa yang merasa temannya diganggu tersebut langsung menyerang mahasiswa yang dituduh sebagai pengganggu. Alhasil tawuran pun tidak bisa dihindari.

Kata tawuran sangat beken di era 90an sampai sekarang, namun tawuran disini identik dengan anak anak sekolah atau anak anak SMU. Entah kenapa akhir akhir ini, mahasiswa pun ikut ikutan terlibat tawuran. Mahasiswa yang seharusnya bisa lebih menjaga emosi malah menjadi tidak terkendali emosinya.

Melihat gambaran diatas, bangsa Indonesia saat ini memang sedang dalam keadaan benar benar sakit. Bahkan sakitnya sudah sangat akut dan perlu segera opname. Mahasiswa sebagai kaum intelektual saja sudah tidak mampu menjaga intelektualitasnya dalam menghadapi masalah, apalagi dengan masyarakat awam? Mahasiswa saja tidak mampu memecahkan masalah dengan cara elegan, bagaimana dengan masyarakat awam? Lalu apa yang bisa kita harapkan dari mereka para mahasiswa ini?

Memang tidak semua mahasiswa seperti itu, masih banyak juga kita mendengar mahasiswa Indonesia berprestasi di ajang Internasional. Namun alangkah manisnya jika jejak rekan rekannya yang berprestasi ini ditiru oleh mahasiswa yang lain. Untuk berprestasi tentu yang diadu adalah otak bukan otot. hm….

Minggu, 02 November 2008

Yasuo Fukuda memberikan dukungan moril kepada Indonesia

Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda memberikan dukungan moril kepada Indonesia untuk mengatasi krisis ekonomi. Caranya adalah dengan mempererat kerjasama Indonesia-Jepang.

"Saya bertemu dengan Bapak Wakil Presiden untuk mempererat kerjasama dan tukar menukar opini dan bekerjasama menghadapi krisis ekonomi sekarang. Juga membincangkan stabilitas ekonomi dan politik Indonesia, stablitas ekonomi yang menurut saya cukup stabil," kata Fukuda usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di rumah dinasnya, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu read more